Firdaus Hasbullah, Upayakan Bangun 1–2 Lokal Lengkapi Ruang Belajar Melalui Pokir
PALI, EXSPOSEDID – Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah menghadiri kegiatan pelepasan dan perpisahan siswa SDIT dan MTs Al Falahiyah di Dusun VI, Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus Hasbullah menyerahkan bantuan beasiswa kepada siswi berprestasi bernama Destiani. Bantuan itu berupa uang pembinaan sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga tahun.
Destiani mengaku tidak menyangka dirinya mendapatkan bantuan beasiswa dari Firdaus Hasbullah. Ia merasa sangat senang karena bantuan tersebut bisa membantu biaya mondoknya.
“Terima kasih banyak atas bantuannya. Ini akan digunakan untuk biaya mondok,” ujar Destiani.
Ia juga mengaku usai menyelesaikan pendidikan saat ini, dirinya akan tetap melanjutkan mondok di pesantren tersebut.
Sementara itu, pengasuh pondok pesantren, M Maryadi mengatakan pondok pesantren tersebut mulai dirintis sejak tahun 2006, saat wilayah PALI masih bergabung dengan Kabupaten Muara Enim.
“Awalnya pondok ini dirintis tahun 2006, waktu itu masih bergabung dengan Muara Enim,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pondok pesantren berdiri di atas lahan seluas 30 x 60 meter persegi dan terus berkembang hingga saat ini.
Menurutnya, sejumlah bantuan pembangunan dan perehaban pernah diberikan oleh sejumlah pihak, di antaranya Kalamuddin dan Heri Amalindo.
“Untuk kekurangan-kekurangan dulu sempat dibantu Pak Kalamuddin dan Pak Heri Amalindo. Ada juga sejumlah perehaban,” katanya.
Maryadi berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah maupun legislatif untuk pengembangan pondok pesantren, termasuk pembangunan lantai dua gedung belajar.
“Kami juga konsultasi dengan Pak Firdaus Hasbullah, minta dibangun lantai duanya,” ujarnya.
Selain fasilitas bangunan, ia juga mengungkapkan pondok pesantren saat ini mengalami kekurangan air bersih karena berada di dataran tinggi.
“Di sini sangat kekurangan air karena berada di dataran tinggi. Jadi harus dibantu mobil tangki,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten PALI terhadap dunia pendidikan dan pondok pesantren.
“Kami terima kasih atas perhatian Pemkab,” tuturnya.
Saat ini, di lingkungan pondok pesantren telah tersedia jenjang pendidikan MIN, MTs hingga MAN dengan jumlah sekitar 160 siswa yang dibina.
Di hadapan para guru, siswa dan wali murid, Firdaus menyampaikan pentingnya peran pondok pesantren dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten PALI, khususnya dalam memberantas buta aksara Alquran.
“Saya hadir di Pesantren Mamba’ul Hadi, saya teringat visi misi Pak Bupati. Beliau akan memerangi buta aksara Alquran. Artinya, peran ponpes ini sangat berperan sekali agar visi misi tersebut terlaksana dengan baik,” ujar Firdaus.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten PALI dapat memberikan perhatian lebih terhadap pondok pesantren, mulai dari tingkat MIN hingga MAN, melalui dukungan anggaran daerah.
“Harapannya, Pemkab PALI memberikan space anggaran untuk ponpes di Kabupaten PALI, mulai dari MIN hingga MAN. Pada 2027 nanti akan kita dorong hal itu agar APBD bisa menganggarkan dan mewujudkan visi misi Bupati dan Wabup,” katanya.
Selain itu, melalui dana pokok-pokok pikirannya (Pokir), Firdaus juga berencana membantu pembangunan ruang belajar di lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Melalui Pokir, insya Allah akan kita bangun satu hingga dua lokal ruang belajar, karena fasilitas belajar di tempat ini memang masih perlu ditingkatkan,” tandasnya. (ris/rin)

